Makan Hoax atau Nasi?
![]() | |
| Makan Hoax atau Nasi? |
Semua hal terus berkembang seiring berjalannya waktu, Teknologipun sangat cepat berkembang, berawal dari Handphone yang menggunakan keypad sekarang menjadi touchscreen, pengen makan tapi males keluar bisa pesen lewat aplikasi, mau belajar di bimbel harus keluar rumah tapi sekarang bisa les online.Banyak sekali perkembangan zaman yang mungkin sangat terasa bagi kehidupan kita.Tapi, setiap perkembangan tidak selalu berjalan pada jalan yang lurus. Perkembangan teknologi zaman sekarang terutama media social sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia. Media social menjadi tempat untuk berbagi cerita ,informasi maupun isi hati.Selain itu, media social pada awalnya diciptakan untuk memudahkan komunikasi dengan tarif yang rendah yang hanya menggunakan internet.Lambat laun tak seperti apa yang diharapkan, media social semakin lama semakin menjadi sebuah senjata yang sangat mematikan. Sebuah senjata yang dapat mengendalikan pikiran manusia secara tidak langsung hanya dengan jemari-jemari yang menari didepan layar gadget kita Itulah yang disebut HOAX.
Hoax adalah sebuah berita/pernyataan tentang suatu kejadian yang tidak sesuai dengan kenyataan atau dilebih-lebihkan dengan tujuan mempengaruhi pikiran pembaca untuk hal tertentu
Kita coba kembali ke 4-5 tahun yang lalu, masa-masa saya baru mengenal dengan apa yang disebut media social.Dulu, pertama saya mengenal namanya Facebook. Facebook sekarang merupakan social media yang sangat populer di muka bumi ini. Bahkan jumlah akun yang terdaftar semenjak Facebook dibuat adalah sebesar 1.44 milyar orang. Bukanlah sederet angka yang kecil bagi kita. Dahulu media sosial benar-benar digunakan sesuai dengan tujuan yang sebenarnya. Pasti para pembaca yang sudah menggunakan social media bertahun-tahun akan tahu perbedaan yang cukup signifikan social media sekarang dengan yang dulu. Ya, anda benar, kontennya yang sangat berbeda. Dulu pasti kalian banyak menemukan curahan-curahan hati yang sedang gundah maupun galau para ABG zaman itu, atau mungkin sekadar membagikan info menarik lainnya. Tapi, apa yang anda temukan sekarang di social media? konten-konten provokatif , negatif dan tidak berdasarkan fakta yang ada. Bahkan berita hoax itu dapat secara mudah di laman social media kita, bagaikan sepiring nasi yang selalu kita makan saat pagi, siang maupun malam. Maka dari itu, Hoax merupakan sebuah masalah yang besar yang dihadapi oleh masyarakat dunia. Mungkin pengguna internet yang masih awam akan mudah terprovokasi dengan hal itu.Tapi bukan hanyalah facebook saja yang menjadi media untuk menyebarkan hoax ini. Seiring perkembangan zaman, lahir berbagai macam social media seperti Instagram, Twitter, WhatsApp dan media lainnya. Dengan lahirnya berbagai macam social media tersebut menjadi sebuah pelumas orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang semakin mudah untuk menyebarkan berita hoax.Bahkan di Indonesia jumlah situs hoax yang beredar cukup banyak, seperti pada gambar berikut ini
![]() | |
| Situs Hoax di Indonesia |
Cukup banyak bukan? Hal ini membuat kita untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di internet. Ada sebuah peristiwa yang menyentuh hati saya untuk untuk membuat artikel ini. Ada sebuah kejadian seorang kakek yang dihakimi oleh massa karena dikira seorang penculik anak penjual organ yang menyamar menjadi seorang kakek-kakek gila.Tapi setelah diperiksa memang benar bahwa kakek tersebut mengalami gangguan kejiwaan ( berita ). Sangat miris bukan? sebelum peristiwa tersebut terjadi memang sedang beredar hoax tentang penjual organ manusia dengan cara menculik anak. Kemudian selang beberapa hari kejadian tersebut , kapolri memberikan pernyataan bahwa berita itu hoax dan akan menelusuri oknum yang menyebarkan berita tersebut ( berita ).
Kita sebagai pengguna social media yang cerdas, harus bisa lebih bijaksana dalam menerima berita. Kita tidak boleh mudah terpengaruh oleh berita yang negatif. Lebih baik kita menyebar berita positif agar tercipta suasana yang positif pula.
Kita sebagai pengguna social media yang cerdas, harus bisa lebih bijaksana dalam menerima berita. Kita tidak boleh mudah terpengaruh oleh berita yang negatif. Lebih baik kita menyebar berita positif agar tercipta suasana yang positif pula.
Lebih baik makan nasi, daripada makan hoax
Silakan tulis dikomentar dan bertukar pikiran

